Makroalgae Sargassum Dari BIMA NTB, Bahan Baku Lokal Produksi Bioetanol, Sebagai ”PILOT PROJECT” Daerah Penghasil ENERGI TERBARUKAN UNTUK INDONESIA BAGIAN TIMUR
Pertamina Ide Gila 2017
Oleh Ahmad Mawardi, M.Sc.
Proposal Lomba ini berbeda dengan proposal pada umumnya, Para peserta lomba dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dengan cermat. Konten pertanyaannya menurut saya sudah mewakili Umumnya proposal dan lebih detail membahas tentang ide ide bisnis. berikut terlampir pertanyaan pertanyaan serta jawaban yang sudah saya susun.
Hasil seleksi pertama sudah diumumkan dan yang diambil hanya 100 peserta untuk 2 kategori tersebut. Total pendaftar mencapai 2000 lebih proposal yang masuk. Saya tau bahwa untuk dapat lolos sangat lah sedikit kemungkinannya namun jiwa ini merasa tertantang untuk mengirimkan proposal tersebut. Hasilnya bagaimana? seperti yang diprediksi, alhamdulillah saya tidak lolos seleksi. Walaupun demikian insya Allah proposal ini akan bermanfaat bagi saya kedepannya semoga bisa dikembangkan untuk disertasi *aamiin. PDF
A. Bisnis New & Renewable Energy yang dikembangkan sejalan dengan Visi Pertamina
Sejauh mana Visi Bisnis New & Renewable Energy (NRE) yang akan dikembangkan sejalan dengan Visi Pertamina sebagai elemen penyedia layanan energy untuk Indonesia
(Max 200 kata)
A. Bisnis New & Renewable Energy yang dikembangkan sejalan dengan Visi Pertamina
Sejauh mana Visi Bisnis New & Renewable Energy (NRE) yang akan dikembangkan sejalan dengan Visi Pertamina sebagai elemen penyedia layanan energy untuk Indonesia
(Max 200 kata)

Makroalgae Sargassum yang tersedia di Bima dapat menjadi salah satu terobosan sebagai bahan baku produksi bioetanol, energi yang ramah lingkungan, bernilai ekonomi tinggi dan berdampak positif pada aspek sosial. Selain di Bima, Makroalgae Sargassum ada di sebagian besar wilayah NTB, NTT, Sulawesi dan Papua karena Kondisi iklim dan demografi wilayah Timur Indonesia yang serupa. Oleh karena itu, optimalisasi makroalgae dari Bima dapat dijadikan sebagai Pilot Project Produksi Bioetanol dan dapat di duplikasi di daerah Timur lainnya
Apa hal yang mendasari munculnya ide tersebut dan apa yang menjadikan konsep tersebut lebih unggul dibandingkan bisnis model yang telah ada? (Max 200 kata)

Keunggulan yang dapat diperoleh yaitu ketersediaan bahan baku yang tetap ada sepanjang tahun sehingga dapat di panen secara terus menerus, makroalgae bukan merupakan bahan pangan sehingga tidak akan kontradiksi dengan kebutuhan pangan, budidayanya tanpa menggunakan lahan di daratan, bioetanol yang dihasilkan ramah lingkungan dan limbahnya dapat diolah menjadi pupuk organik.
Bioetanol dari Makroalgae ini akan menjadi yang pertama di Indonesia. Walaupun sebelumnya pernah di produksi Bioetanol dari molase namun sejak tahun 2010, bioetanol tersebut tidak diproduksi lagi dikarenakan molase lebih ekonomis untuk diolah di Industri pangan (Outlook Energi Indonesia, 2016)
Penerapan model Bioethanol by Village diharapkan akan membantu masyarakat Bima untuk menjadi sentra produksi Bioetanol yang terintegrasi sehingga nantinya akan diikuti oleh daerah lain di berbagai wilayah Timur di Indonesia.
B. Dampak bisnis dan social
Produk dan Layanan
Jelaskan secara singkat tentang produk dan/ atau jasa yang akan dijalankan dalam bisnis Anda.
(Max 200 kata)
Bioetanol adalah produk inti dari bisnis ini yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai bahan campuran bensin. Tingginya konsumsi bahan bakar energi oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya akan merugikan pelaku bisnis minyak fosil karena minyak diproyeksikan 10-15 tahun yang akan datang akan habis. Namun hal itu menguntungkan apabila bahan bakaar tersebut diganti dengan bahan terbarukan dari bahan hayati contohnya bioetanol. Selain itu, produk sampingan/limbah produksi bioetanol dapat dijadikan pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Pemanfaatan Makroalgae sebagai bahan baku Bioetanol dengan teknik rekayasa pemanenan selang seling akan menyebabkan Ekosistem Makroalgae tetap terjaga. Di Bima, Sargassum hanya menjadi limbah perairan yang dapat mengganggu kebersihan pantai, apabila terakumulasi dalam jumlah besar dapat menghambat kelancaran transportasi laut karena dapat menahan laju kapal dan sampan nelayan sehingga dengan adanya bisnis ini maka pemanfaatan makroalgae Sargassum akan optimal.
Bagi kepentingan Bisnis, Pembuatan Pabrik bioetanol akan menguntungkan jika bahanbaku terpenuhi dan lokasi produksinya berada dekat dengan bahan baku sehingga, selain dapat mengurangi biaya, pemanfaatan bahan baku lokal Bima akan memberi dampak sosial yang positif bagi kemandirian daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Produk dan Layanan
Jelaskan secara singkat tentang produk dan/ atau jasa yang akan dijalankan dalam bisnis Anda.
(Max 200 kata)
Bioetanol adalah produk inti dari bisnis ini yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai bahan campuran bensin. Tingginya konsumsi bahan bakar energi oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya akan merugikan pelaku bisnis minyak fosil karena minyak diproyeksikan 10-15 tahun yang akan datang akan habis. Namun hal itu menguntungkan apabila bahan bakaar tersebut diganti dengan bahan terbarukan dari bahan hayati contohnya bioetanol. Selain itu, produk sampingan/limbah produksi bioetanol dapat dijadikan pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Pemanfaatan Makroalgae sebagai bahan baku Bioetanol dengan teknik rekayasa pemanenan selang seling akan menyebabkan Ekosistem Makroalgae tetap terjaga. Di Bima, Sargassum hanya menjadi limbah perairan yang dapat mengganggu kebersihan pantai, apabila terakumulasi dalam jumlah besar dapat menghambat kelancaran transportasi laut karena dapat menahan laju kapal dan sampan nelayan sehingga dengan adanya bisnis ini maka pemanfaatan makroalgae Sargassum akan optimal.
Bagi kepentingan Bisnis, Pembuatan Pabrik bioetanol akan menguntungkan jika bahanbaku terpenuhi dan lokasi produksinya berada dekat dengan bahan baku sehingga, selain dapat mengurangi biaya, pemanfaatan bahan baku lokal Bima akan memberi dampak sosial yang positif bagi kemandirian daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Element Financial
Jelaskan berdasarkan fakta kuantitatif, elemen apa yang menjadikan konsep bisnis ini akan tumbuh dan berkelanjutan? Bagaimana menterjemahkan daya saing dalam pertumbuhan business size?
Jelaskan berdasarkan fakta kuantitatif, elemen apa yang menjadikan konsep bisnis ini akan tumbuh dan berkelanjutan? Bagaimana menterjemahkan daya saing dalam pertumbuhan business size?

Berdasarkan data dari BPPT menyebutkan bahwa penggunaan EBT dari Biomassa akan terus meningkat setiap tahunnya berkisar 6,8% per tahun seiring dengan meningkatnya konsumsi energi Indonesia yang mencapai 7% per tahun setara dengan 164,6 juta barel/tahun.
Daya saing bioetanol dari Makroalgae akan lebih unggul dibandingkan dengan bioetanol yang diperoleh dari molase dikarenakan Makroalgae bukan merupakan bahan pangan dan dipastikan pemanfaatannya akan berhasil menurunkan konsumsi bahan bakar fosil secara bertahap, seiring dengan adanya green energy yang disepakati oleh negara negara diseluruh dunia dalam protocol Kyoto (UNFCCC, 1992).
Value Proposition
Jelaskan secara singkat value proposition dari Ide Bisnis Anda, dan apa yang membuat pelanggan mau membeli produk/layanan anda? (Max 200 kata)
Jelaskan secara singkat value proposition dari Ide Bisnis Anda, dan apa yang membuat pelanggan mau membeli produk/layanan anda? (Max 200 kata)

Dampak Sosial
Apakah ada implikasi social? Jelaskan bagaimana Ide Bisnis Anda, dapat mengatasi permasalahan social masyarakat dan memberikan solusi bagi masyarakat. (Max 200 kata)

Makroalgae Sargassum merupakan limbah perairan. Apabila dimanfaatkan secara optimal maka tidak ada lagi sampah sampah makroalgae yang membusuk dan mengeluarkan bautidak sedap sehingga tidak lagi mengganggu kesehatan masyarakat pesisir. Laju sampan dan kapal tidak akan terhenti akibat bagian talus Sargassum yang membelit baling baling sampan/perahu.
Hal ini memberikan dampak yang positif bagi segala aspek. Apabila terealisasi maka kesejahteraan masyarakat pesisir akan meningkat, limbah pabrik dapat diolah menjadi pupuk organik sehingga berdampak bagi perrtanian warga sekitar.
Bagi daerah, dengan adanya investasi pemanfaatan potensi daerah maka pendapatan daerah akan meningkat, dengan adanya pabrik ini akan menggerakkan sektor sektor lainnya seperti sektor perumahan, transportasi, komersial, UMKM dan lainnya sehingga roda perekonomian daerah akan berjalan.
Rencana jangka panjang yaitu project ini akan diduplikasi oleh daerah lain yang memiliki bahan baku makroalgae serupa sehingga akan menjadikan wilayah timur Indonesia sebagai sentra energi terbarukan.
C. Dinamika pasar dan industri
Jelaskan secara singkat target market, market size, bagaimana market akan berkembang di masa depan? Bagaimana pola kompetisi yang terjadi saat ini dan 5-10 tahun mendatang? (Max 200)

Selanjutnya diikuti oleh peningkatan konsumsi bahan bakar dari sektor komersil, rumah tangga dan Industri.
Berdasarkan data tersebut, Perkembangan market yang terus meningkat setiap tahunnya menjadikan pasar produk Biotennol sangat besar dan menjanjikan, bioetanol tidak lagi menjadi energi alternatif tetapi harus menjadi subtitutif bagi bahan bakar fosil yang dapat habis apabila digunakan secara terus menerus.
Pola kompetisi yang terjadi saat ini yaitu berbagai macam energi alternatif yang terus dikembangkan seperti geotermal, makro dan mikro hydro, angin dan arus perairan namun masing masing sumber daya energi tersebut mempunyai pasar tersediri, yaitu menghasilkan energi listrik. Bioetanol hanya dapat dihasilkan dari biomassa yang potensinya dapat menghasilkan energi 4,6 GW dan pasarnya adalah pengguna kendaraan berbahan bakar bensin
Apa hambatan-hambatan utama (internal dan external) yang saat ini ada yang akan berpengaruh terhadap keberlangsungan ide bisnis anda? Apa yang dapat anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut (risk mitigation)?

Kadar Bioetanol hasil penelitian pendahuluan tergolong kecil, tahapan prosesnya panjang meliputi penyediaan bahan baku, pengeringan, penggilingan, hidrolisis, fermentasi dan destilasi. Apabila biya produksi (Input dan Proses) lebih tinggi dibandingkan harga jual (output) maka bisnis ini tidak dapat dilanjutkan. Minimnya literatur dan sedikitnya penelitian dan belum pernah diujicobakan pada skala produksi akan menjadi penghambat investasi untuk kepentingan bisnis.
Hambatan yang kedua yang beresiko rendah yaitu perijinan dan legalitas dari pemerintah daerah dan pusat, kurangnya teknologi hidrolisis, fermentasi dan destilasi, Sumber daya manusia dan minimnya data pendukung.
Dari kedua hambatan tersebut, Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasinya yaitu dengan melakukan penelitian laboratorium terfokus secara terus menerus pada proses hidrolisis, fermentasi dan destilasi untuk mengoptimalkan produksi bioetanol yang ingin dicapai kadar 99%. Nilai ekonomi Input dan Prosesnya haruslebih rendah dibandingkan dengan nilai jual (output). Apabila berhasil, maka dapat dilakukan ujicoba skala mikro dan makro. Komunikasi yang baik antara investor, pemerintah daerah dan pusat diharapkan akan bersinergi mewujudkan terciptanya energi baru dan terbarukan sehingga membantu ekonomi daerah dan berdampak pada ekonomi nasional.
D. Potensi Keberhasilan Jangka Panjang
Berikan indikator keberhasilan Kuantitatif dan Kualitatif Jangka Panjang, dengan skenario bisnis 5-10 tahun kedepan (Max 200 kata)

Secara Kualitatif, Indikatornya ditandai dengan adanya penerapan dan subtitusi bahan bakar oleh konsumen dari Premium ke Bioetanol grade E10 dan E85. Keberhasilan dalam penerapannya dapat dijadikan pilot project untuk dikembangkan di daerah Timur Indonesia seperti di NTT, Sulawesi dan Papua yang sama sama menjadi endemik makroalgae Sargassum.
Bagaimana milestones project Ide Bisnis Anda ? bagaimana tahap-tahap perkembangan bisnis dan rencana jangka panjang?

Tahap Perkembangan bisnis sesuai dengan rencana jangka panjang dapat dibagi menjadi 7 langkah yaitu penelitian dan pengkajian lanjutan. Pada penelitian pendahuluan menunjukkan adanya bioetanol hasil fermentasi makroalgae, namun porsentasenya masih kecil sehingga perlu dilakukan penelitian pengembangan untuk mengoptimalisasi kadar bioetanol. Langkah kedua yaitu dilakukan ujicoba skala kecil yang hasilnya berupa bioetanol dengan kadar 99%. Pada tahap ini, dilakukan ujicoba terhadap kendaraan bermotor. Setelah indikator keberhasilannya terpenuhi, maka dimulai produksi skala mikro dengan kapasitas produksi 15.000 L/Hari. Angka tersebut merupakan 10% dari total konsumsi Bensin di Bima dan Dompu NTB, sehingga dapat dicampur dengan bensin 90% (E10). Apabila E10 ini berhasil dilakukan maka tahap berikutnya yaitu scale up 100% sehingga total jumlah produksi mencapai 15.000 L/hari. Jumlah ini Setara dengan kebutuhan daerah dan dapat diterapkan E85.
Apabila produksi dan penerapan berhasil maka dijadikan pilot project untuk di duplikasikan ke daerah lain yang menghasilkan makroalgae serupa.
Bagaimana anda memproyeksikan persaingan dengan bisnis energy serupa maupun dengan bisnis energy konvensional?

Apabila kita membandingkaan dengan Bioetanol dari makroalgae, maka kelebihannya yaitu bahan baku bukan merupakan bahan pangan sehingga tidak terjadi kontradiksi dengan keperluan pangan, biaya budidaya menjadi rendah karena makroalgae Sargassum tumbuh sepanjang tahun di wilayah timur Indonesia, Lokasi Pabrik yang disentralisasi di wilayah timur Indonesia dapat mengurangi biaya transportasi sehingga diharapkan harga produksi dapat ditekan dan harga jual menjadi murah. Proyeksi kedepan penggunaan Bioetanol dari makroalgae akan berkembang positif dan dapat menjadi bahan subtitusi bahan bakar minyak yang ada sekarang ini karena BBM jenis Premium memiliki jumlah produksi yang terbatas, biaya import yang tinggi dan bukan bahan bakar terbarukan sehingga dapat habis. Hal ini didukung dari data Kementrian ESDM bahwa produksis minyak Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2010 realisasi produksi minyak mencapai 942.000 bph menjadi 825.000 bph pada tahun 2016 dan di proyeksikan akan menurun lagi menjadi 550.000 bph pada tahun 2020.
Comments
Post a Comment