Skip to main content

TAUHID 3 (selesai)



contoh konten Website HSI

Lanjutan Pembelajaran mengenai ilmu Tauhid
Oleh : Ahmad Mawardi

Berikut adalah lanjutan pembelajaran ilmu Tauhid, silsilah sampai ke 25. Semoga kita dapat mengambil manfaat dari yang sedikit ini, dan terus memperdalam keilmuan kita dengan mempelajari dalam kitab kitab tauhid atau mendengarkan kajian kajian mengenai Tauhid. Adapun Silsilah yang berikutnya akan terus di update. Semoga teman2 dapatbergabung dengan HSI di proses pembelajaran tahun depan. Walaupun secara online, hal ini sangat membantu kitamempelajari dasar dasar agama kita. Baca juga Tauhid bagian 1 dan tauhid bagian 2 


Halaqah yang ke 21-25


21. Cinta Kepada Allah
                Mencintai Allah merupakan ibadah yang agung. Cinta yang merupakan ibadah ini mengharuskan seorang muslim merendahkan dirinya di hadapan Allah, mengagungkan Allah yang akhirnya akan membawa seseorang untuk melaksakan perintah Allah dan juga menjauhi apa yang Allah larang. Inilah cinta yang merupakan ibadah. Barangsiapa yang menyerahkan cinta seperti ini kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik besar. Allah berfirman “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai sekutu-sekutu Allah mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, adapun orang orang beriman maka cinta mereka kepada Allah jauh lebih besar”, Adapun cinta yag merupakan tabiat seperti cinta keluarga, harta, pekerjaan dll maka hal ini diperbolehkan selama tidak melebihi cinta kita kepada Allah. Apabila seseorang mencintai perkara-perkara tersebut melebihi cintanya kepada Allah maka dia telah melakukan dosa besar.
                Allah berfirman yang artinya “katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, saaudara-saudara, istri-itri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya, dan juga rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai. Itu semua lebih kalian cintai daripada Allah dan rasulnya dan juga berjihad di jalan Allah maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan dan Allah tidak akan memaberi petunjuk kepada orang orang fasik” (At Taubah 24).
                Ketika terjadi pertentangan antara dua kecintaan maka disini akan nampak siapa yang lebih dia cintai dan akan nampak siapa yang cintanya benar dan siapa yanga cintanya hanya sebatas ucapan saja. Diantara cara untuk memupuk rasa cinta kita kepada Allah adalah dengan mentadaburri, memperhatikan ayat-ayat Al Quran dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta. Demikian pula dengan cara mengingat-ngingat berbagai kenikmatan yang Allah berikan.

22. Takut Kepada Allah
                Diantara keyakinan seorang muslim adalah bahwasanya manfaat dan mudhorot adalah di tangan Allah semata seorang muslim tidak takut kecuali Allah dan tidak bertawakkal kecuali kepada Allah. takut kepada allah yang dibenarkan adalah takut yang membawa pelakunya untuk merendahkan diri dihadapan Allah, mengagungkannya dan membawanya untuk menjauhi larangan Allah dan melaksanakan perintahnya, bukan takut yang berlebihan yang membawa kepada keputusasaan terhadap rahmat Allah dan juga bukan takut yang terlalu tipis yang tidak membawa pemiliknya kepada ketaatan kepada Allah.
                Takut seperti ini adalah ibadah, tidak boleh sekali kali seorang muslim menyerahkan takut seperti ini kepada selain Allah. Dan barangsiapa yang menyerahkannya kepada selain Allah maka dia telah terjerumus kedalam syirik besar yang mengeluarkan seseorang dari islam. Seperti orang yang takut kepada mudhorot wali fulan yang sudah meninggal, kemudian takut tersebut menjadikan dia merendahkan diri di hadapan kuburannya dan juga mengagungkannya
Hendaknya seorang muslim meneladani nabi Ibrahim AS ketika beliau berkata yang artinya “Dan aku tidak takut dengan sesembahaan kalian, mereka tidak memudaratkan aku kecuali apabila Rabbku menghendakinya” (Al An’am 80).
                Diantara takut yang di haramkan adalah takutnya seseorang kepada makhluk yang melebihi takutnya kepada Allah sehingga takutnya tersebut membuat dia meninggalkan perintah Allah atau melanggar larangan Allah seperti orang yang meninggalkan jihad yang wajib atasnya karena takut kepada orang orang kafir atau tidak melarang kemungkaran karena takut celaan manusia padahal dia mampu. Allah berfirman “Sesungguhnya itu hanyalah syaitan yang menakut nakuti kalian wahai orang orang beriman dengan wali walinya dengan penolong penolongnya, karena itu janganlah kalian takut kepada mereka tetapi takutlah kalian kepadaKu jika kalian benar benar orang orang yang beriman”.
                Diantara cara menghilangkan rasa takut kepada mahkluk yang diharamkan adalah berlindung kepada Allah dari bisikan syaitan dan mengingat sabda Nabi yang artinya “Ketahuilah bahwa seandainya umat semuanya berkumpul untk memberikan manfaat kepadamu niscaya mereka tidak bisa memberi  manfaat kecuali dengan apa yang Allah sudah tulis dan seandainya kalian berkumpul untuk memberikan mudhorot kepadamu nicscaya mereka tidak bisa memberikan mudhorot kecuali dengan apa yang Allah tulis (HR Tirmidzi)
                Diperbolehkan takut yang merupakan tabiat manusia seperti takut kepada panasnya api, binatang buas dan takut yang seperti ini bukanlah takut yang merupakan ibadah dan juga bukan takut yang membawa seseorang meninggalkan perintah atau melanggar larangan Allah, ini adalah takut yang para nabipun tidak terlepas darinya.

23. Taat ulama dalam kebenaran
                Ulama adalah orang yang memiliki ilmu tentang Allah dan juga agamanya. Ilmu yang membawa dirinya untuk bertaqwa kepada Allah. Mereka adalah pewaris para Nabi dan kedudukan mereka di dalam agama islam adalah sangat tinggi. Allah telah mengangkat derajat para ulama dan memerintahkan kita untuk taat kepada mereka selama mereka menyeru dan mengajak kepada kebenaran dan juga kebaikan. Allah berfiman “Wahai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rassul dan ulil amri kalian”. Ulil amri disini mencakup ulama, umaro atau pemerintah. Menghormati mereka bukan berarti menaati mereka dalam segala hal sampai kepada kemaksiatan. Ulama seperti manusia yang lain ijtihad mereka terkadang benar terkadang salah, kalau benar mereka mendapat 2 pahala dan kalau salah mereka mendapatkan 1 pahala. Apabila telah jelas kebenaran bagi seorang muslim dan jelas bahwasanya seorang ulama menyelisihi kebenaran tersebut dalam sebuah permasalahan maka tidak boleh seseorang menaati ulama tersebut kemudian dia meninggalkan kebenaran. Rasulullah bersabda “Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan. Sesungguhnya ketaatan hanya didalam kebenaran” (Muttafakun Alaih).
                Apabila seseorang menaati ulama dalam kemaksiatan kepada Allah maka dia menjadikan ulama tersebut sebagai pembuat syariat dan bukan penyampai syariat. Seperti yang dilakukan orang orang Yahudi dan Nasrani. Allah berfirman “Mereka itu orang Yahudi dan Nasrani menjadikan ulama dan ahli ibadah mereka sebagai sesembahan selain Allah” (At Taubah 31). Rasulullah menjelaskan ayat ini, beliau mengatakan “Ketahuilah bahwa mereka bukan beribadah kepada para ulama dan ahli ibadah tersebut akan tetapi mereka apabila menghalalkan apa yang Allah Haramkan maka mereka ikut menghalalkan dan apabila ulama dan ahli ibadah tersebut mengharamkan apa yang Allah Halalkan maka mereka pun ikut mengharamkannya” (hadits hasan Timidzi)

24. Menyandarkan nikmat kepada Allah
                Termasuk keyakinan yang harus diingat dan diyakini oleh setip muslim bahwa kenikmatan dengan segala jenisnya adalah dari Allah. Allah berfirman “kenikmatan apa saja yang kalian dapatkan maka asalnya dari Allah” dan termasuk syirik kecil apabila seseorang mendapatkan sebuah kenikmatan dari Allah kemudian menyandarkan kenikmatan tersebut kepada selain ALLah. Seperti mengatakan kalau pilot tidak mahir niscaya kita sudah celaka, kalau tidak ada angsa niscaya uang kita sudah dicuri, Kalau bukan karena dokter niscaya tidak akan sembuh ini semua adalah menyandarkan kenikmataan kepada sebab Allah berfirman “Mereka mengenal nikmat Allah kemudian mereka mengingkarinya” Seharusnya dia sandarkan kenikmatan tersebut kepada Allah, dzat yang menciptakan sebab seperti  dengan mengatakan kalau buka karena Allah niscaya kita suda celaka atau kalu bukan karena Allah  niscaya uang kita sudah hilang, kalau bukan karena Allah niscaya saya tidak akan sembuh. Karena Allahlah yang memberikan nikmat keselamatan, nikmat kesembuhan, nikmat keamanan sedangkan mahluk adalah sebuah alat sampainya kenikmatan kepada kita.
                Kalau Allah menghendaki niscaya Allah tidak akan menggerakkan makhluk makhluk tersebut untuk menolong kita. Ini semua bukan berarti seorang muslim tidak boleh berterima kasih kepada orang lain. Seorang muslim diperintah untuk mengucap syukur dan berucap terima kasih kepada seseorang yang telah berbuat baik kepadanya karena mereka menajdi sebab kenikmatan ini bahkan kita diperintah untuk membalas kebaikan tersebut dengan kebaikan atau dengan doa yang baik namun ujian dan penyandaran kenikmatan tetap hanya kepada Allah semata.

 25. Ridha Dengan Hukum Allah
                Allah ta’ala sebagai pencipta manusia sangat menyayangi mereka. Dialah Arrahman Arrahim. Dan Diantara bentuk kasih sayangnya adalah menurunkan syariat supaya manusia mendapatkan kebahagiaan dan terhindar dari kesusahan di dunia maupun di akhirat. Dialah yang Maha Mengetahui dan dialah yang Maha Bijaksana, hukumNya penuh dengan keadilan, hikmah dan juga kebaikan meskipun hal ini terkadang samar atas sebagian manusia.
                Oleh karena itu menjadi keharusan sebagai seorang muslim dan muslimah untuk ridho dengan hukum Allah dan yakin bahwa kebaikan semuanya di dalam hukum Allah. Di dalam bidang kehidupan, aqidah, akhlak, ekonomi, Adab, muamalah, Kenegaraan dan lain lain. Mengesakan Allah di dalam hukum hukumnya adalah termasuk konsekuensi tauhid. Allah berfirman : “Dan tidaklah pantas bagi seorang laki-laki yang mukmin dan wanita yang mukminah apabila Allah dan Rasulnya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain di dalam urusan mereka, dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasulnya maka sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata (Al Ahzab 36).

                Alhamdulilllah Dengan izin Allah dan karunianya sampailah kita pada bagian yang terakhir dari silsilah kita yaitu bagian yang ke 25 dan dengan ini saya akhiri silsilah ini dan bukan berarti kita sudah merasa cukup, Apa yang saya sampaikan hanyaaah sebaian kecil dari ilmu tauhid itu sendiri. Belajar tauhid dan mengamalkannya tidak akan berhenti sampai ajal menjemput kita. Ikutilah majelis ilmu yang membahas tentang tauhid ini,  Bacalah buku buku yang berkaitan dengan tauhid yang ditulis oleh para ulama yang terpercaya. Semoga Allah merahmati kita semua menghidupkan dan mematikan kita diatas tauhid.
Alhamdulillahirabbil Alamin

Comments

Popular posts from this blog

HATI HATI PENIPUAN VENDOR / KONVEKSI ATAS NAMA PT PAMA PERSADA

PENIPUAN ATAS NAMA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA Oleh : Ahmad Mawardi Saya akan menceritakan pengalaman saya yang saya ketahui belakangan kalau ini adalah penipuan yang mengatas namakan Purchasing PT PAMA PERSADA NUSANTARA. Kebetulan saya memiliki bisnis di bidang konveksi dengan skala nasional yang memiliki website sehingga mudah di akses oleh siapapun. Adapun kronologi nya yaitu : Tanggal 25 April 2019 Saya di telepon oleh orang yang mengatas namakan PT Pamapersada di Sangatta Kalimantan timur hendak memesan jaket untuk keperluan event pegawai Pama sebanyak 15.000 pcs di bulan September. Adapun bahan yang diminta yaitu bahan taslan dan nanti gambarnya akan di kirimkan via whatsapp.  Saya menerima dengan hangat penawaran tersebut dan menyanggupinya tanpa ada curiga karena memang dari pengalaman selama ini saya biasa menerima customer konveksi melalui WA/telepon/email. Selanjutnya setelah selesai telepon dia mengirimkan gambar jaketnya beserta ...

KEANEKARAGAMAN Sargassum spp. DI PANTAI RONTU KABUPATEN BIMA NTB INDONESIA

KEANEKARAGAMAN Sargassum spp. DI PANTAI RONTU KABUPATEN BIMA NTB INDONESIA DIVERSITY  OF Sargassum spp. ON RONTU BEACH, BIMA MUNICIPALITY WEST NUSA TENGGARA (NTB) INDONESIA Ahmad Mawardi, M.Sc . aktivitas petani Sargassumdi Pantai Rontu Bima NTB 1. Ucapan Terima kasih Penelitian ini diselesaikan dari kerjasama dengan Asset 3 PT. Pertamina EP Field Subang. Atas kerjasamanya guna kelancaran penelitian ini saya ucapkan terima kasih. 2. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni–November 2014 yang meliputi penelitian di lapangan yaitu di pantai Rontu Kecamatan Monta Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Penelitian di laboratorium meliputi Laboratorium Sistematika Tumbuhan Fakultas Biologi UGM, dan Laboratorium Rekayasa Genetika Pusat Studi Bioteknologi UGM, 3. Identifikasi Spesies      Bahan baku Sargassum sp. diperoleh dari pantai Rontu Kecamatan Monta Kabupaten Bima NTB, diukur aspek ekologi tempat tumbuh meliputi pH, sali...

Kultur Mikrospora

Kultur Mikrospora oleh ; Ahmad Mawardi ditulis berdasarkan penjelasan pada saat kuliah dan diperkaya dari pengetahuan Buku Kultur Jaringan Tumbuhan karya Dr.rer.nat. Ari Indrianto, Fakultas Biologi UGM, 2003. Proses perbanyakan tumbuhan secara vegetatif yang dilakukan secara in vitro tidak hanya dapat dilakukan menggunakan jaringan/ organ suatu tumbuhan tetapi ada cara lain lagi yaitu kultur mikrospora dan kultur anthera. Untuk kita ketahui bahwa perkembangan ilmu biologi yaitu pada bidang bioteknologisemakin hari semakin meningkat, salah satunya yaitu kultur mikrospora dan kultur anthera. Ayo mari kita ingat ingat lagi apa itu anthera dan apa itu mikrospora. Anthera merupakan salah satu bagian dari organ reproduksi generatif pada bunga jantan dimana didalam anthera terdapat pollen atau yang kita kenal dengan serbuk sari. sedangkan mikrospora adalah nama salah satu bentuk perkembangan sebelum menjadi pollen. Bisa di katakan bahwa sebelum menjadi pollen, tahapannya dalam proses and...